Rabu, 13 Juni 2012

Utang


UTANG JANGKA PENDEK

Definisi utang menurut FASB, concepts No. 3 adalah:

“Pengorbanan manfaat ekonomi di masa yang akan datang yang mungkin terjadi akibat kewajiban suatu badan usaha pada masa kini untuk mentransfer aktiva atau menyediakan jasa pada badan usaha lain di masa yang akan datang sebagai akibat transaksi atau kejadian di masa lalu”.

Utang dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
1.    utang jangka pendek
2.    utang jangka panjang

Pengelompokkan utang didasarkan pada jangka waktu pembayaran utang. Namun siklus usaha perusahaan berbeda-beda, batasan yang digunakan berubah (Baridwan, 2000):

“Suatu kewajiban akan dikelompokkan sebagai utang jangka pendek apabila pelunasannya akan dilakukan dengan menggunakan sumber-sumber aktiva lancar atau dengan menimbulkan utang jangka pendek yang baru”.


UTANG JANGKA PENDEK YANG SUDAH PASTI

Utang jangka pendek dikatakan sudah pasti bila memenuhi dua syarat:
  1. Kewajiban untuk membayar sudah pasti, artinya sudah terjadi transaksi yang menimbulkan kewajiban membayar
  2. Jumlah yang harus dibayar sudah pasti.

Yang termasuk utang jangka pendek adalah
  1. Utang dagang dan utang wesel
  2. Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam periode itu
  3. Utang dividen
  4. Uang muka dan jaminan yang dapat diminta kembali
  5. Dana yang dikumpulkan untuk pihak ketiga
  6. Utang biaya
  7. Utang bonus
  8. Utang gaji dan upah
  9. Pendapatan yang diterima dimuka

UTANG DAGANG & UTANG WESEL

¨      Timbul dari pembelian barang atau jasa dan dari pinjaman jangka pendek
¨      Pencatatan utang memperhitungkan barang yang dibeli yang masih dalam perjalanan dengan mempertimbangkan syarat pengirimannya

UTANG JANGKA PANJANG YANG JATUH TEMPO DALAM PERIODE ITU
Seluruh atau bagian dari utang obligasi dan utang-utang jangka panjang lainnya yang akan dilunasi kurang dari satu tahun dilaporkan sebagai utang jangka pendek

Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam periode tersebut tetap diakui sebagai utang jangka panjang apabila:
1.    akan dilunasi dengan dana pelunasan atau dari uang penjualan obligasi baru; atau
2.    akan ditukar dengan saham


UTANG DIVIDEN
Utang dividen yang termasuk dalam utang jangka pendek adalah:
1.    Dividen yang dibagikan dalam bentuk kas atau aktiva (jika belum dibayar) yang segera akan dilunasi
2.    Utang dividen skrip yang segera akan dilunasi

¨      Dividen untuk saham prioritas, walaupun jumlahnya sudah pasti, tetapi sebelum tanggal pengumuman belum merupakan utang
¨      Dividen yang dibagi dalm bentuk saham merupakan elemen modal


UANG MUKA & JAMINAN YANG DAPAT DIMINTA KEMBALI
Termasuk utang jangka pendek adalah:
1.    pembayaran dimuka dari pembeli yang sebelum barang-barang tersebut diserahkan kepada pembeli
2.    Jaminan dari pelanggan dan dapat ditarik kembali sewaktu-waktu

Jika jaminan itu akan disimpan dalam perusahaan untuk jangka waktu yang lama, maka termasuk kelompok utang jangka panjang.

DANA YANG DIKUMPULKAN UNTUK PIHAK KETIGA
Terkadang perusahaan menjadi pihak yang mengumpulkan uang dari langganan/pegawai yang nantinya diserahkan kepada pihak lain. Pengumpulan dana ini dapat dilakukan dengan cara pemotongan upah pegawai atau membebani pembeli dengan jumlah tertentu.

Contoh
PT. RANGIN memungut pajak dari pembeli (PPN) yang nantinya disetorkan ke kas negara. Pada tanggal 5 Oktober 2005, PT RANGIN menjual barang seharga Rp10.000.000,00. Atas penjualan tersebut PT RANGIN memungut PPN 10% dari nilai penjualan. Maka jurnal untuk mencatat penjualan dan utang PPN adalah:

Kas
Rp11.000.000,00


Penjualan

Rp10.000.000,00

Utang PPN

1.000.000,00
Pada saat menyetorkan utang PPN tersebut ke kas negara, dibuat jurnal sebagai berikut:

Utang PPN
Rp1.000.000,00


Kas

Rp1.000.000,00

UTANG BIAYA (BIAYA YANG MASIH AKAN DIBAYAR)
Merupakan utang yang timbul dari pengakuan akuntansi terhadap biaya-biaya yang sudah terjadi tetapi belum dibayar, seperti utang yang timbul dari gaji dan upah, bonus, dan biaya sewa.

UTANG BONUS
Bonus yang diberikan kepada karyawan dapat dihitung berdasarkan:
  1. Penjualan atau laba, dapat dengan cara:
    1. bonus dihitung dari laba sebelum dikurangi bonus dan PPh
    2. bonus dihitung dari laba sesudah dikurangi PPh sebelum dikurangi bonus
    3. bonus dihitung dari laba sesudah dikurangi bonus dan PPh.
  2. Perjanjian, misalnya kelebihan penjualan di atas jumlah tertentu.      

Jurnal untuk mencatat utang bonus adalah:
Biaya Bonus
xxx


Utang Bonus

xxx

Jika bonus dibayar, maka jurnal yang dibuat:
Utang Bonus
xxx


Kas

xxx

Contoh
PT RANGIN memberikan bonus kepada Kepala Bagian Penjualan sebesar 15% dari laba yang diperoleh. Pada tahun 2004, PT RANGIN memperoleh laba Rp45.000.000,00 dan membayar PPh sebesar 10% dari laba bersih. Perhitungan bonus dan pajak sebagai berikut:
a.    bonus dihitung dari laba sebelum dikurangi bonus dan PPh

Bonus
=
0,15 x Rp45.000.000,00
=
Rp6.750.000,00
PPh
=
0,10 x (Rp45.000.000,00 - Rp6.750.000,00) 
=
Rp3.825.000,00

b.    bonus dihitung dari laba sesudah dikurangi PPh sebelum dikurangi bonus

Bonus
=
0,15 x (Rp45.000.000,00 – PPh)
=
Rp
PPh
=
0,10 x (Rp45.000.000,00 – Bonus) 
=
Rp
Catatan: perhitungan ini diselesaikan dengan cara subtitusi.

c.    bonus dihitung dari laba sesudah dikurangi bonus dan PPh.

Bonus
=
0,15 x (Rp45.000.000,00 – Bonus – PPh)
=
Rp
PPh
=
0,10 x (Rp45.000.000,00 - Bonus) 
=
Rp

UTANG GAJI DAN UPAH
Perhitungan jumlah yang masih akan dibayar untuk gaji dan upah, bunga, sewa,  dan lainnya berdasarkan waktu terjadinya biaya tersebut.

Contoh

PT RANGIN membayar gaji dan upah karyawan setiap tanggal 1 bulan berikutnya. Jika gaji dan upah karyawan bulan September 2005 sebesar Rp12.000.000,00, maka pada tanggal 30 September 2005 dibuat jurnal penyesuaian untuk mencatat utang gaji dan upah sebagai berikut:

Gaji dan Upah
Rp12.000.000,00


Utang Gaji dan Upah

Rp12.000.000,00

Pada saat pembayaran gaji dan upah tanggal 1 Oktober 2005, dibuat jurnal berikut:

Utang Gaji dan Upah
Rp12.000.000,00


Kas

Rp12.000.000,00


PENDAPATAN YANG DITERIMA DIMUKA
Merupakan jumlah yang diterima dari pembeli untuk barang dan jasa yang akan diserahkan dalam periode yang akan datang.

Contoh
Pada tanggal 3 September 2005, PT RANGIN menerima pesanan 200 unit meja belajar seharga Rp100.000,00 per unit.  Pada tanggal tersebut PT RANGIN menerima pembayaran uang muka sebesar Rp5.000.000,00. Jurnal yang digunakan untuk mencatat penerimaan kas adalah:

Kas
Rp5.000.000,00


Pendapatan Diterima Dimuka

Rp5.000.000,00

Pada tanggal 3 Oktober 2005, PT RANGIN mengirim 100 unit meja belajar tersebut sebagai penyerahan tahap pertama. Jurnal yang digunakan untuk mencatat pendapatan atas penyerahan 100 unit meja belajar tersebut adalah:

Pendapatan Diterima Dimuka
Rp10.000.000,00


Penjualan

Rp10.000.000,00

Selain jurnal tersebut di atas, PT RANGIN juga membuat jurnal untuk mencatat harga pokok penjualan dan pengurangan persediaan sebagai berikut:

Harga Pokok Penjualan
xxx


Persediaan

xxx



TAKSIRAN UTANG
Biasanya jumlah kewajiban dari utang sudah dapat ditentukan dari kontrak atau dari perhitungan dengan dasar tarif tertentu.

Terkadang jumlah kewajiban belum jelas tetapi sudah jelas harus dibayar, maka pada tanggal neraca dilakukan perhitungan jumlah kewajiban dengan cara taksiran.

Taksiran utang dapat dikelompokkan sebagai utang jangka pendek atau utang jangka panjang, tergantung saat pelunasannya

Beberapa taksiran utang jangka pendek dalam neraca adalah:
  1. Taksiran utang pajak penghasilan
  2. Taksiran utang hadiah yang beredar
  3. Taksiran utang garansi
  4. Taksiran utang pensiun


TAKSIRAN UTANG PAJAK PENGHASILAN
Setelah laba diketahui pada akhir periode, diperlukan taksiran besarnya PPh yang akan menjadi beban tahun yang bersangkutan (tarif pajak berlaku x laba) dan mencatat jurnal:

Pajak Penghasilan
xxx


Utang Pajak penghasilan

xxx


TAKSIRAN UTANG HADIAH YANG BEREDAR
Hadiah atas pembelian barang tertentu merupakan biaya untuk periode di mana penjualan barang tersebut terjadi.

¨      Bila hadiah tersebut habis waktunya pada akhir periode, makatidak perlu membuat jurnal penyesuaian
¨      Bila jangka waktu pengambilan hadiah melampaui suatu periode akuntansi, maka pada akhir tahun dibuat jurnal penyesuaian:

Biaya Hadiah Penjualan
xxx


Utang Hadiah yang Beredar

xxx

Jumlah utang hadiah yang beredar dihitung dengan cara taksiran dari jumlah penjualan


TAKSIRAN UTANG GARANSI
Jika barang terjual disertai garansi untuk perbaikan, maka pada akhir periode dihitung taksiran jumlah biaya yang akan terjadi dan dicatat:

Biaya Garansi
xxx


Taksiran Utang Garansi

xxx
TAKSIRAN UTANG PENSIUN
Biaya pensiun yang dibayarkan selama masa hidup karyawan akan dibebankan sebagai biaya ke periode di mana karyawan tersebut bekerja.

Jumlah pensiun yang dibayarkan ditaksir berdasarkan jumlah karyawan, umur, dan jangka waktu pembayaran pensiun kemudian dibagi dengan taksiran jangka waktu bekerja karyawan tersebut.

Setiap periode jumlah taksiran tersebut dicatat:

Biaya Gaji dan Upah
xxx


Utang Pensiun

xxx

atau

Biaya Produksi Tidak Langsung
xxx


Utang Pensiun

xxx

Pada saat pembayaran pensiun, dicatat sebagai berikut:

Utang Pensiun
xxx


Kas

xxx


UTANG-UTANG BERSYARAT/CONTINGENT LIABILITIES

Merupakan utang-utang yang sampai pada tanggal neraca masih belum pasti apakah akan menjadi kewajiban atau tidak
¨      Jika kewajiban membayar utang pasti timbul (walau jumlah belum pasti), maka utang ini termasuk taksiran utang
¨      Jika kewajiban membayar utang belum pasti (jumlah sudah pasti atau belum pasti), maka utang ini termasuk utang-utang bersyarat

Perbedaan antara taksiran utang dan utang-utang bersyarat adalah kepastian timbulnya kewajiban membayar

Yang termasuk utang-utang bersyarat adalah
  1. Piutang wesel didiskontokan dan piutang dijaminkan
  2. Endorsemen bersyarat atas wesel-wesel
  3. Sengketa hukum
  4. Tambahan pajak yang belum jelas kepastiannya
  5. Jaminan terhadap utang anak perusahaan
  6. Garansi terhadap penurunan harga barang-barang yang dijual

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar