Selasa, 26 Juni 2012

STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI (SPI)


Konsep dasar SPI
Strategi pembelajaran Inkuiri adalah suatu rangkaian dari kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu permasalahan. Istilah lain dari SPI yaitu straegi heuristic yang dalam kata Yunani – heurisken – yang berarti saya menemukan. Rasa keingintahuan dan untuk mengenal semua yang ada melalui semua panca inderanya yang sudah dimiliki oleh seseorang sejak lahir sampai dewasa akan memicu perkembangan manusia yang bergantung pada otak dan pikirannya. Hal tersebut merupakan dasar dari strategi pembelajaran ini. Ada beberapa hal yang menjadi ciri-ciri dari SPI yaitu :
  1. Menekankan pada aktifitas siswa untuk mencari dan menemukan (siswa sebagai subjek belajar)
  2. Aktifitas siswa diarahkan untuk mencari dan menemukan jawaban sendiri yang dipertanyakan sebagai arahan untuk menumbuhkan rasa percaya diri siswa
  3. Tujuan SPI adalah mengembangkan kemampuan siswa untuk berpikir sistematis, logis dan kritis atau mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental
Prinsip-prinsip Penggunaan SPI
Menurut Piaget perkembangan mental itu dipengarhi oleh 4 faktor yaitu :
  1. Maturation (kematangan)
Maturation adalah proses perubahan psikologis dan anatomis. Otak memegang peranan yang sangat penting dalam proses maturation.
  1. Physical experience
Physical experience adalah tindakan-tindakan fisik yang dilakukan individu-individu terhadap benda-benda yang ada di sekitarnya. Karena proses belajar yang murni tidak akan terjadi tanpa pengalaman-pengalaman.
  1. Social experience
Social experience adalah aktivitas dalam berhubungan dengan orang lain. Dalam proses ini ada 2 aspek yang dapat membantu perkembangan intelektual yaitu kemampuan berbahasa yang diperoleh dari entersksi dengan orag lain dan menghilangkan sifat egocentric-nya
  1. Equilibration
Equilibration adalah proses pengetahuan yang sudah ada dengan pengetahuan yang baru yang ditemukannya. Dengan kata lain akan terjadi adanya penyesuaian pengetahuan.
Dengan dasar hal tersebut seorang guru harus memperhatikan berberapa prinsip dari Strategi Pembelajaran Inkuiri ini yang terdiri dari :
·         Berorientasi pada pengembangan intelektual, kriteria dari keberhasilan poses pembelajara adalah sejauh mana siswa dapat mencari dan menemukan sesuatu yang tentunya didasari oleh gagasan bahwa sesuatu itu dapat ditemukan.
·         Prinsip interaksi, prinsipini menempatkan guru sebagai pengatur lingkungan atau pengatur interaksisehingga tugas dari guru adalah mengarahkan  agar sis wa dapat mengembangkan emampuan berpikirnyamelalui interaksi.
·         Prinsip bertanya, peran guru adalah sebagai penanya yang ditujukan untuk mengembangkan cara berpikir siwa dengan menjawab pertanyaan yang diajukan. Dalam hal ni teknik bertanya harus dikuasai oeh seorang guru.
·         Prinsip belajar untuk berpikir, belajar adalah proses berpikir yang bertujuan utuk mengembagkan potensi dari seluruh otak agar berpikir secara logis dan rasional.
·         Prinsip keterbukaan, belajar adalah proses mencoba erbagai kemungkinan. Dan karena itu seorang siswa diberikan kebebasan untuk mencoba berbagai kemungkinan yang sesuai dengan perkembangan logika dan nalarnya.
Langkah pelaksanaan SPI
  1. Orientasi
Langkah orientasi adalah langkah untuk membina suasana dan iklim pembelajaran yang responsif yang dikondisikan agar siswa siap untuk melaksanakan proses pembelajaran dengan menumbuhkan kemauan dan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah. Langkah ini sangat mempengaruhi keberhasilan SPI karena SPI tidak akan berhasil tanpa adanya kemauan dan kemampuan siswa. 
  1. Merumuskan masalah
Langkah ini membawa siswa pada suatu persoalan yang mengandundung teka-teki yang yang menantang siswa untuk berpikir dalam memecahkan persoalan tersebut. Proses pencarian jawaban dari teka-teki tersebut sangat diutamakan dalam siswa untuk memperoleh pengalaman yang berguna. Teka-teki tersebut harus disusun dan mempunyai konsep yang jelas.
  1. Merumuskan hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementaradari suatu permasalahan yang sedang dikaji ang perlu diuji kebenarannya. Potensi berpikir dimuai dengan menyatakan suatu hipotesis dari suatu permasalahan yang kemudian bisa dibuktikan kebenarannya, dengan hal tersebut proses tersebut akan menjadi proses berpikir yang terus berlanjut. Sebuah hipotesis akan baik jika memiliki konsep atau landasan berpikir yang kokoh dengan pemikiran yang bersifat rasional dan logis. Dengan wawasan yang luas dari individu akan memunculkan landasan berpikir yang rasional dan logis.
  1. Mengumpulkan data
Mengumpulakan data adalah aktifitas menjaring informasi yang didapat untuk menguji hipotesis yang sudah diajukan. Proses ini bertujuan untuk mengembangkan pengalaman intelektual seorang individu yang membutuhkan motivasi, ketekunan dan kemampuan berpikir individu. Untuk memicu hal tersebut seorang guru harus bisa mendorong siswanya untuk berpikir mencari informasi yang dibutuhkan.
  1. Menguji hipotesis
Menguji hipotersis adalah proses menetukan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan data atau informasi yang telah didapat. Tingkat keyakinan siswa akan jawaban yang diperoleh sangat penting karena kebenaran jawaban yang diberikan harus didukung dengan argumentasi dan data yang diperoleh dalam proses sebelumnya.
  1. Merumuskan kesimpulan
Merumuskan kesimpulan adalah proses mendeskripsikantemuan yang diperoleh berdasarkan pengujian hipotesis. Dalam proses ini sangat pentig bagi guru untuk menunjukkan data-data yang relevan dan akurat.
Strategi Pembelajaran Inkuiri Sosial
Pada awalnya SPI digunakan untuk ilmu-ilmu alam, namun para ahli sosial mengadopsi SPI dengan asumsi pentingnya pembelajaran IPS pada masyarakat yang cepat berubah. Dengan asumsi tersebut stratei inkuiri sosial dikembangkan agar pengetahuan yang didapat diperoleh dari pemikiran dari setap individu. Karena dalam masyarakat sangat diperlukan pengembangan pemikiran individu tersebut unutk menemukan pengetahuan yang baru dari suatu masyarakat. Dalam strategi inkuiri sosia da tiga karakteristik yang penting untuk disimak yaitu aspek sosial yang dianggap penting dan dapat mendorong terciptanya diskusi, rumusan hipotesi sebagai fokus strategi inkuiri, seta penggunaan fakta sebagai pengujian hipotesis.
Kesulitan-kesulitan implementasi SPI
Di indonesi atrategi pembelajaran inkuiri merupakan hal yang baru dan sering terjadi kesulitan dalam penerapannya. Beberapa diantaranya adalah
  1. Selama ini guru menekankan pada proses belajar yang lebih mementingkan hasil belajar daripada proses belajar siswa, dengan sifat guru yang kebanyakan konvensional banyak yang merasa hal tersebut tidak mungkin diterapkan
  2. Sejak dulu sudah tertanam bahwa belajar merupakan proses menerima semua informasi yang didapat dari guru dan akhirnya individu akan sulit untuk diajak dalam berpikir karena kebiasaan yang sudah ada
  3. Sistem pendidikan yang dianggap berubah-ubah atau tidak konsisten karena kebanyakan sistem yang digunakan lebih mengarah pada pengerjaan sosal-soal daripada pengembangan pola pikir siswa.
Keunggulan dan kelemahan SPI
Keunggulan dari SPI adalah lebih menekankan pada pengembangan aspek afektif, kognitif dan psikomotorik secara seimbang, dapt meberikan ruang untuk siswa dalam gaya belajar mereka, sesuai dengan psikologi belajar yang modern, dapat melayani kebutuhan siswa yang memiliki kemampuan siswa diatas rata-rata.
Sedangkan kelemahan dari SPI adalah kesulitan dalam mengontrol kegiatan dan keberhasilan siswa, sulit dalam perencanaan pembelajaran karena terbentur dengan kebiasaan siswa dalam belajar, memerlukan waktu yang panjang sehingga sulit untuk mengatur waktu, jika kriteria keberhasilan belajar masih ditentukan oleh penguasaan materi pelajaran.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar