Minggu, 24 Juni 2012

STRATEGI PERTUMBUHAN & PEMBANGUNAN EKONOMI


STRATEGI PERTUMBUHAN & PEMBANGUNAN EKONOMI

STRATEGI UPAYA MINIMUM KRITIS (CRITICAL MINIMUM EFFORT)
Menaikkan pendapatan perkapita pd tingkat pembangunan berkesinambungan (SUSTAINABLE) Õ terjadi HARVEY LEIBSTEIN.
Setiap ekonomi tergantung HAMBATAN & RANGSANGAN.
Hambatan menurunkan pendapatan perkapita dari tingkat sebelumnya
Rangsangan menaikkan pendapatan perkapita
PERTUMBUHAN PENDUDUK Õ FUNGSI DARI PENDAPATAN PERKAPITA
Pendapatan naik, meningkatkan laju pertumbuhan penduduk. Hanya pada titik tertentu, jika melampaui titik tsb, kenaikan pendapatan perkapita menurunkan tingkat kesuburan. Dan ketika pembangunan mencapai tahap maju, maka laju pertumbuhan penduduk turun (LEIBSTEIN).
Dengan kenaikan pendapatan perkapita, keinginan memperoleh anak semakin berkurang. Spesialisasi meningkat dan Mobilitas ekonomi & sosial ; kenyataan mengurus anak sangat sulit dan mahal. Maka laju pertumbuhan penduduk KONSTAN dan menurun (TESIS KAPILARITAS SOSIAL DUMONT).
Faktor-faktor mempengaruhi pertumbuhan pendapatan perkapita dari pelaksanaan Upaya Minimum Kritis :
1.Skala disekonomis internal ; akibat tidak dapat dibaginya faktor produksi.
2.Skala disekonomis external ; akibat ketergantungan eksternal, hambatan budaya dan kelembagaan di negara berkembang.
AGEN PERTUMBUHAN

1.Pengusaha
2.Investor
3.Penabung
4.Inovator

 Kegiatan tersebut membantu pertumbuhan sehingga memunculkan :
1.Kewiraswastaan
2.Peningkatan sumber pengetahuan
3.Pengembangan keterampilan produktif masyarakat
4.Peningkatan laju tabungan dan investasi
RANGSANGAN PERTUMBUHAN
1.Rangsangan ZERO-SUM
Tidak meningkatkan pendapatan nasional tetapi bersifat upaya distributif
Kegiatan bukan dagang ; posisi monopolistik, kekuatan politik & prestise sosial
Kegiatan dagang , tidak menambah sumber agregat
Kegiatan spekulatif, memboroskan sumber kewiraswastaan yang langka
Kegiatan tabungan netto ; nilai sosial nihil / lebih rendah dari privatnya.
2. Rangsangan POSITIVE-SUM
Menuju pada pengembangan pendapatan nasional
Dalam ekonomi terbelakang, ada pengaruh bersifat anti perubahan yang menekan pendapatan perkapita :
1.Kegiatan usaha ZERO-SUM, pembatasan peluang ekonomi
2.Tindakan konservatif para buruh yg terorganisir menentang perubahan
3.Perlawanan thd gagasan dan pengetahuan baru dan daya tarik pengtahuan
4.Kenaikan pengeluaran konsumsi mewah pribadi / publik ; tidak produktif
5.Pertumbuhan penduduk & Angkatan buruh.
Upaya minimum kritis mengatasi pengaruh perekonomian terbelakang agar laju pertumbuhan ekonomi merangsang POSITIVE-SUM menjadi lebih besar dari ZERO-SUM, shg pendapatan perkapita naik, tabungan & investasi naik, yaitu :
1.Ekspansi agen pertumbuhan
2.Sumbangan masy. thd. per unit modal naik seiring rasio modal output turun.
3.Berkurangnya keefektifan faktor-faktor penghambat pertumbuhan
4.Penciptaan kondisi lingkungan dan sosial ; mobilitas ekonomi dan sosial naik.
5.Peningkatan spesialisasi dan perkembangan sektor sekunder dan tersier.

STRATEGI PEMBANGUNAN SEIMBANG
Para ekonom Teori Dorongan Besar-Besaran (BIG PUSH THEORY)
Yaitu pembangunan di berbagai jenis industri secara bersamaan (SIMULTANEOUS) sehingga industri tersebut saling menciptakan pasar. Diperlukan keseimbangan antara DEMAND & SUPPLY.
TUJUAN UTAMA : menciptakan jenis industri yg berkaitan erat satu dgn yg lain shg setiap industri memperoleh EKSTERNALITAS EKONOMI sbg akibat INDUSTRIALISASI.
Menurut REINSTEIN-RODAN, pembangunan industri besar-besaran menciptakan 3 macam eksternalitas ekonomi, yaitu :
1.Yang diakibatkan oleh perluasan pasar
2.Karena industri yang sama letaknya berdekatan
3.Karena adanya industri lain dalam perekonomian tersebut.
SCITOVSKY Eksternalitas : jasa-jasa yg diperoleh dgn cuma-cuma oleh suatu industri dari satu atau beberapa industri.
STRATEGI PEMBANGUNAN TAK SEIMBANG
ALBERT O. HIRSCHMAN dan PAUL STREETEN ï pola yang lebih cocok untuk mempercepat pembangunan di NYSB, karena :
Secara historis pemb. ekonomi coraknya tidak seimbang
Mempertinggi efesiensi penggunaan Sumber daya tersedia
Pembangunan tak seimbang menimbulkan KEMACETAN (BETTLENECKS) yaitu gangguan dlm proses pembangunan tetapi akan menjadi pendorong pembangunan selanjutnya.
Pembangunan tak seimbang antara sektor prasarana & sektor produktif
Cara pengalokasian sumber daya ada 2 bagian :
1.Cara pilihan pengganti (SUBSTITUTION CHOICES) Menentukan proyek yang harus dilaksanakan
2.Cara pilihan penundaan (POSTPONEMENT CHOICES) Menentukan urutan proyek yang harus didahulukan pelaksanaannya.
HIRSCHMAN
Menganalisis alokasi sumber daya sektor prasarana (Social Everhead Capital = SOC) dgn sektor produktif yg menghasilkan brg kebutuhan masy. (Directly Productive Activities = DPA).
Ada 3 pendekatan :
1.Pemb. yg seimbang antar kedua sektor
2.Pemb. tidak seimbang dimana sektor prasarana lebih ditekankan.
3.Pemb. tidak seimbang dimana sektor produktif lebih ditekankan.
Kegiatan ekonomi mencapai efisien & optimal, jika :
1.Sumber daya dialokasikan DPA & SOC, pd tingkat produksi maksimum
2.Pd tingkat produksi tertentu, jumlah sumber daya digunakan DPA sedangkan SOC jumlahnya menurun.

PEMBANGUNAN TAK SEIMBANG DALAM SEKTOR PRODUKTIF
Mekanisme pendorong pembangunan (INDUCEMENT MECHANISM) ada 2 :
Pengaruh keterkaitan ke belakang (Backward Linkage Effects)
Tingkat rangsangan yg diciptakan pembangunan industri thd perkembangan industri yg menyediakan input bagi industri tsb.
Pengaruh keterkaitan ke depan (Forward Linkage Effects)
Rangsangan yg diciptakan oleh pembangunan industri thd perkembangn industri yg menggunakan produk industri yg pertama sbg input mereka.
Berdasarkan pada tingkat keterkaitan antar industri, ada 2 golongan :
1.Industri SATELIT (SATELITY INDUSTRY)
Lokasi berdekatan dgn industri induk mempertinggi efisiensi
Input utama berasal dari produk industri induk
Besarnya industri tidak melebihi industri induk.
2.Industri NON SATELIT (NON SATELITY INDUSTRY)
CHENERY & WATANABE * Penggolongan industri ada 4 golongan :
1.Industri barang setengah jadi
2.Industri barang jadi
3.Industri barang setengah jadi sektor primer
4.Industri barang jadi sektor primer.
PERENCANAAN PEMBANGUNAN EKONOMI
CONYERS & HILLS (1994) ; Suatu proses yg bersinambung & mencakup keputusan atau pilihan berbagai alternatif penggunaan sumber daya untuk mencapai tujuan tertentu pada masa yang akan datang.
Berdasarkan definisi diatas tdp 4 elemen perencanaan.
1. Merencanakan berarti memilih
2. Perencanaan sbg alat pengalokasian sumber daya
3. Perencanaan merupakan alat utk mencapai tujuan
4. Perencanaan untuk masa depan
ARTHUR LEWIS (1966) dlm buku “DEVELOPMENT PLANNING”, membagi perencanaan dlm 6 pengertian :
Berarti faktor letak geografis, bangunan, tempat tinggal, bioskop, dll.  DI NYSB éPerencanaan kota & negara (Town & Country Planning)  Perencanaan tata guna tanah (Land-use Planning) Perencanaan fisik (Physical Planning)
Perencanaan kota & daerah (Urban & Regional Planning)
Berarti keputusan penggunaan dana pemerintah di masa datang
Berarti ekonomi berencana
Perencanaan kadangkala setiap penentuan sasaran produksi  pemerintah
Penetapan sasaran perekonomian secara keseluruhan
Perencanaan kadangkala untuk menggambarkan sarana pemerintah
Ciri-ciri perencanaan pembangunan ekonomi :
Usaha mencapai perkembangan sosial ekonomi mantap (Steady social economic growth). Tercermin pada pertumbuhan ekonomi positif.
Usaha meningkatkan pendapatan
Usaha perubahan struktur ekonomi ; Usaha diversifikasi ekonomi
Usaha perluasan kesempatan kerja
Usaha pemerataan pembangunan ; DISTRIBUTIVE  JUSTICE
Usaha pembinaan lembaga ekonomi masyaarakat
Usaha terus menerus menjaga stabilitas ekonomi
FUNGSI PERENCANAAN :
1. Terdapat pengarahan kegiatan, pedoman kegiatan kepada   pencapain tujuan pembangunan
2. Terdapat perkiraan potensi, prospek perkembangan,  hambatan & risiko masa yang akan datang
3. Memberi kesempatan mengadakan pilihan terbaik
4. Dilakukan penyusunan skala prioritas dari segi  pentingnya tujuan
5. Sebagai alat mengukur / standar terhadap pengawasan  evaluasi.
Dari sudut pandang ekonomi, perlunya perencanaan adalah :
1. Agar penggunaan sumber pembangunan terbatas  dpt efesien & efektif, shg terhindar pemborosan.
2. Agar perkembangan / pertumbuhan ekonomi  menjadi mantap
3. Agar tercapai stabilitas ekonomi dalam menghadapi  siklus konjungtur.
Syarat-syarat keberhasilan perencanaan :
1. Komisi perencanaan ; terorganisir dan ahli.
2. Data statistik
3. Tujuan
4. Penetapan sasaran & prioritas ; secara makro   dan sektoral
5. Mobilisasi sumber daya ; luar negeri & dalam negeri  (Saving, Laba & Pajak)
6. Kesinambungan perencanaan.
7. Sistim administrasi yang efesien ; kuat, tidak korup  (Lewis)
8. Kebijaksanaan pembangunan yg tepat
9. Administrasi yg ekonomis
10. Dasar pendidikan.
11. Teori konsumsi; menurut GALBRAITH (1962)
12. Dukungan masyarakat; rencana nasional

PERENCANAAN PEMBANGUNAN DI INDONESIA
Usaha-usaha perencanaan ekonomi masa ORDE LAMA :
Tahun. 1947 : PLAN PRODUKSI TIGA TAHUN RI 
Tahun. 1948, 1949 & 1950 Bidang-bidang : Pertanian, peternakan, perindustrian & kehutanan
Tahun. 1952 : Usaha perencanaan lebih menyeluruh, tetap SEKTOR PUBLIK
Tahun. 1956 - 1960 : REPELITA
Tahun. 1961 - 1969 : RENCANA PEMBANGUNAN NASIONAL SEMESTA BERENCANA
Jangka waktu 8 tahun terbagi atas 3 tahun & 5 tahun.
Program STABILISASI & REHABILITASI EKONOMI PEMBANGUNAN sejak ORDE BARU, berpangkal pada NATION BUILDING, meliputi :
JANGKA PANJANG : Pendekatan pembangunan utuh dan terpadu (UNIFIED & INTERGRATIF) antar  aspek kehidupan masyarakat
JANGKA MENENGAH : Pembangunan sektor  pertanian dan pengembagnan sektor sosial menuju  kesejahteraan & keadilan sosial.
PENGARUH PERTUMBUHAN PENDUDUK TERHADAP FAKTOR-FAKTOR PENENTU DALAM PEMBANGUNAN :
1. Mengurangi jumlah tabungan yg diciptakan anggota  masyarakat
2. Corak penanaman modal lebih banyak untuk  pendidikan & sarana sosial
3. Pemerataan pendapatan terjadi jurag antara  golongan masyarakat
4. Strategi pemulihan teknologi yang akan digunakan
5. Mempercepat kenaikan produksi barang makanan
6. Perkembangan ekspor impor, ekspor impor
SUMBER PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN

Tabungan Dalam Negeri Sumber : Tabungan perusahaan & Tabungan rumah  tangga
Tabungan Luar Negeri Sumber : Tabungan pemerintah asing (LN) dan  tabungan swasta asing
Investasi dan Pertumbuhan
Effisiensi penggunaan modal
Sumber dana dari luar negeri : pemerintah / swasta
Bantuan luar negeri
Lembaga-Lembaga Bantuan Internasional:
The Asian Development Bank (ADB)
Bank Dunia (World Bank)
IMF (international Monetery Found)
Badan Perwakilan Bank Dunia.


DAMPAK BANTUAN LUAR NEGERI TERHADAP PEMBANGUNAN
Pendekatan Two Gap Model : Bantuan & tabungan luar negeri penyumbang terbesar untuk investasi atau memperbesar impor (memperoleh devisa).
Kenyataan bahwa tingkat pertumbuhan negara penerima bantuan  tidak begitu tinggi. (Pendekatan Harod Domar kurang tepat).
NYSB mengalami kekurangan input komplemen ; kecakapan  tenaga kerja, kapasitas administratif, infrastruktur, institusi ekonomi  & stabilitas politik. Tingkat tabungan tinggi tidak mampu  mendorong pertumbuhan.
Bantuan luar negeri tidak dapat menyumbang kenaikan tabungan /   impor.
Bantuan luar negeri tidak menambah tabungan domestik, shg  menaikan konsumsi & impor dan menurunkan investasi & ekspor.  Menurut teori ekonomi bantuan menaikan konsumsi & investasi.

MANFAAT INVESTASI ASING
1. Menciptakan perluasan kerja
2. Proses alih teknologi & keterampilan yg bermanfaat,  Know How
3. Sbg sumber tabungan / devisa

KEBIJAKAN-KEBIJAKAN NEGARA BERKEMBANG TERHADAP INVESTASI ASING
Menggunakan Kebijakan Restriktif :

1. Prasyarat kinerja
2. Hukum Kejenuhan (Saturation)
3. Pengendalian Repatriasi Laba

Menggunakan Kebijakan Insentif (Rangsangan) adalah pajak.

PINJAMAN KOMERSIAL
Sumber dana luar negeri yang sangat cepat perkembangannya adalah pinjaman swasta, berasal dari 3 sumber :
1. BOND LENDING
   Bentuk investasi portofolio, pembelian saham   perusahaan-perusahaan NSB oleh pihak asing
2. PINJAMAN KOMERSIAL
   Dari bank-bank luar negeri, pasar Euro Currency.
3. KREDIT EKSPOR

PERMASALAHAN PEMBANGUNAN
Konsep dasar teori pertumbuhan ekonomi dengan kerangka analisis kemungkinan produksi sederhana (SIMPLE PRODUCTION POSSIBILITY) : untuk melihat tingkat, komposisi dan pertumbuhan output nasional.
FAKTOR-FAKTOR MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN EKONOMI

1. Akumulasi modal
2. Pertumbuhan penduduk
3. Kemajuan teknologi

Ada 3 macam klasifikasi kemajuan teknologi :
1. Netral
2. Hemat tenaga kerja (Labor Saving)
3. Hemat modal (Capital Saving)

KARAKTERISTIK PERTUMBUHAN EKONOMI MODERN
SIMON KUZNETS (Nobel Ekonomi 1971) mendefinisikan PERTUMBUHAN EKONOMI : peningkatan kemampuan suatu negara untuk menyediakan barang-barang ekonomi bagi penduduknya ; pertumbuhan kemampuan ini disebabkan oleh kemajuan teknologi dan kelembagaan serta penyesuaian ideologi yang dibutuhkannya.
Ada 3 komponen pokok penting, yaitu :
1. Kenaikan output nasional secara terus menerus
2. Kemajuan teknologi sebagai prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi
3. Penyesuaian kelembagaan, sikap dan ideologi.
KUZNETS memisahkan 6 karakteristik proses pertumbuhan pada hampir semua negara maju :
DUA VARIABEL EKONOMI AGREGATIF
Tingginya tingkat pertumbuhan output per kapita dan penduduk
Tingginya tingkat kenaikan produktivitas faktor produksi secara  keseluruhan, terutama produktivitas tenaga kerja.
DUA VARIABEL TRANSFORMASI STRUKTURAL
Tingginya tingkat transformasi struktur ekonomi
Tingginya tingkat transformasi sosial dan ideologi
DUA FAKTOR yang mempengaruhi meluasnya pertumbuhan ekonomi internasional :
Kecenderungan negara-negara maju secara ekonomis untuk  menjangkau seluruh dunia untuk mendapatkan pasar dan bahan baku.
Pertumbuhan ekonomi ini hanya terbatas pada sepertiga  populasi dunia.
KETIDAKMERATAAN DISTRIBUSI PENDAPATAN NEGARA YANG SEDANG BERKEMBANG
Menurut IRMA ADELMAN & CYNTHIA TAFT MORRIS (1973) ada 8 :
Pertambahan penduduk tinggi, sehingga pendapatan  perkapita menurun
Inflasi : dimana pendapatan uang bertambah tetapi tidak diikuti secara proposional dgn pertambahan  produksi barang-barang.
Ketidakmerataan pembangunan antar daerah
Investasi yang sangat banyak dalam proyek-proyek  padat modal (Capital Intensive) sehingga prosentase  pendapatan modal dari harta tambahan besar  dibandingkan dengan prosentase pendapatan yg  berasal dari kerja, sehingga pengangguran bertambah.
Rendahnya mobilitas sosial
Pelaksanaan kebijaksanaan industri substitusi impor  yang mengakibatkan kenaikan harga-harga barang  hasil industri untuk melindungi usaha-usaha  golongan kapitalis.
Memburuknya nilai tukar (Term of Trade) bagi  NYSB dalam perdagangan dgn negara-negara  maju, sebagai akibat ketidakelastisan permintaan  negara-negara thd barang-barang ekspor NYSB.
Hancurnya industri-industri kerajinan rakyat, seperti  pertukangan, industri rumah tangga dll

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar