Selasa, 12 Juni 2012

Globalisasi dan Lingkungan Hidup


PENDAHULUAN

Dalam proses memajukan perekonomian suatu negara tidak lepas dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang merupakan produk globalisasi. Hubungan perekonomian dengan negara lain baik itu melalui ekspor maupun impor dalam suatu pasar internasional diharapkan bisa memajukan perekonomian dan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Indonesia yang dikenal dengan sumber dayanya yang melimpah tidak mampu mengolah sumberdaya tersebut membutuhkan teknologi yang lebih maju, sedangkan Negara-negara lain dengan sumber daya yang kurang membutuhkan pasokan sumberdaya dari Indonesia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat masing-masing negara.
Akan tetapi dalam proses globalisasi tersebut memiliki efek jangka panjang yang negatif terhadap lingkungan hidup. Sebagai contoh kemajuan teknologi dalam bidang computer menimbulkan masalah baru dengan sampah-sampah teknologi tinggi yang tidak bisa terurai dalam jangka waktu yang sebentar, polusi yang dihasilkan sejak adanya Revolusi Industri mengakibatakan efek rumah kaca dan pemanasan global. Di sisi lain dengan adanya kemajuan teknologi memudahkan manusia untuk melakukan pekerjaan mereka sehingga produktivitas akan meningkat, dan bisa mengurangi pengeluaran biaya perusahaan dalam hal tenaga kerja.
Bagaimana dan kapan proses globalisasi tersebut dimulai bisa kita lihat dengan berbagai disiplin ilmu. Mulai dari perkembangan kehidupan manusia, kebudayaan, perekonomian, dan dampak-dampak yang dihasilkan dari proses globalisasi. Manusia sebagai makhluk sosial memerlukan orang lain untuk memenuhi kebutuhan masing-masing, seperti halnya suatu negara memerlukan negara lain untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya.
Dalam makalah ini akan dipaparkan tentang globalisasi dilihat dari berbagai ruang lingkup ilmu sosial, global warming sebagai salah satu efek yang terjadi dalam jangka waktu yang rellatif cepat dari proses globalisasi, dan efek jangka panjang dari globalisasi dan global warming terhadap lingkungan hidup baik dalam jangka waktu yang pendek maupun jangka waktu yang lama.


GLOBALISASI

Globalisasi merupakan sebuah konsep yang masih diperdebatkan oleh para ahli di bidang ilmu, karena setiap aspek bidang ilmu melihat proses globalisasi melelui beberapa pandangan. Hal tersebut dikarenakan perbedaan pandangan antara ruang dan waktu dari suatu proses globalisasi tersebut. Konsep dari globalisasi pertama kali muncul pada awal tahun 1960 dan digunakan untuk mendefinisiskan sebuah proses, sebuah kondisi, sebuah sistem, sebuah akibat dan sebuah era. Namun dalam hal ini kita sebaiknya melihat bahwa globalisasi adalah sebuah rangkaian proses sosial yang diharapkan mengubah kondisi sosial kita dalam satu globalitas. Ketika kita berbicara ‘globalisasi sedang terjadi’, meliputi tiga hal penting yaitu :
1.       Secara perlahan-lahan meninggalkan kondisi modernitas yang berawal pada abad ke-16
2.       Melangkah maju ke sebuah kondisi baru dari globalitas (postmodern)
3.       Manusia belum menyentuh sedikitpun dari proses globalisasi
Sebagaimana kita ketahui bahwa globalisasi merupakan konsep yang masih diperdebatkan dan belum ada definisi yang pasti, beberapa ahli mendefinisikan globalisasi menurut pandangan mereka masing-masing. Berikut ini definisi globalisasi dari beberapa ahli yang tercantum dalam buku Manfred B. Steger (2003) Globalization : A Very Short Introduction
·         Globalisasi dapat didefinisikan sebagai intensifikasi hubungan sosial seluruh dunia yang menghubungkan jarak area dengan sebuah cara dimana kejadian-kejadian lokal terbentuk oleh peristiwa-peristiwa yang terjadi di area lain dan sebaliknya. (Anthonny Giddens)
·         Konsep globalisasi memberikan gambaran sebuah perluasan yang luar biasa baik komunikasi dunia maupun pasar dunia, keduanya terlihat lebih mudah dicapai dan lebih cepat daripada awal modernitas. (Fredric Jameson)
·         Globalisasi mungkin dijabarkan sebagai sebuah proses atau rangkaian proses yang memberikan gambaran sebuah transformasi dalam struktur keruangan dari hubungan sosial dan transaksi – yang menunjukkan kondisi perluasan, intensitas, kecepatan, dampak – menyebabkan aliran dan sistem dari aktifitas, interaksi, dan kekuasaan yang digunakan menghubungkan antar kontinen atau antar daerah. (David Held)
·         Globalisasi sebagai sebuah konsep yang menghubungkan antara penekanan pada dunia dan intensifikasi dari persepsi bahwa dunia termasuk semuanya. (Roland Robertson)
·         Globalisasi menekan aspek ruang dan waktu dari hubungan sosial. (James Mittelman)
Walaupun proses globalisasi itu sendiri mengandung beberapa pandangan yang berbeda-beda, kita dapat melihat ada 4 karakteristik dasar dalam fenomena globalisasi tersebut. Yang pertama yaitu globalisasi meliputi penciptaan hal baru dan proses penggandan altibitas dan hubungan sosial yang sudah ada yang berhasil menigkatkan batas antara tradisi, politik, ekonomi, dan geografi. Yang kedua, globalisasi digambarkan dengan pertambahan dan perkembangan interdependensi, aktivitas, dan hubungan sosial. Yang ketiga, globalisasi meliputi intensifikasi dan percepatan aktivitas sosial dan pertukaran nilai sosial. Dan yang keempat, penciptaan, perluasan, dan pengembangan koneksi dan interdependensi sosial tidak hanya mencakup pada tingkatan materi. James Beckford membagi globalisasi ke dalam 5 garis besar :
1.       Peningkatan frekuensi, volume, dan hubungan satu sama lain antara kebudayaan, komoditas, informasi dan masyarakat
2.       Peningkatan kapasitas teknologi informasi untuk mengurangi dan menekan baik ruang dan waktu
3.       Pengembangan aplikasi dan prosedur rutin untuk memproses aliran global informasi, uang, komoditas dan masyarakat
4.       Tindakan yang tidak diperkirakan dari intitusi dan gerakan sosial yang mendukung, mengontrol, mengobservasi atau menolak globalisasi
5.       Perkembangan persepsi dan ideologi baru dalam globalisme yang memberikan beberapa gambaran di interaksi sosial
Globalisasi merupakan suatu kejadian yang memiliki pengaruh yang berbeda-beda terhadap individu satu sama lain, dan bukan merupakan proses yang sudah pasti. Globalisasi merupakan suatu rangkaian dari proses sosial yang mencakup beberapa dimensi ilmu (multidimensional), Manfred B. Steger menggambarkannya dengan beberapa orang buta yang belum tahu apa-apa tentang bentuk dari gajah dan secara bersama-sama meraba gajah tersebut untuk memperoleh gambaran dari gajah tersebut. Satu orang buta menyentuh belalai gajah dan menggambarkan gajah sebagai benda yang mempunyai bentuk yang panjang dan seperti ular, orang buta yang lain menyentuh gadingnya dan menggambarkannya seperti tombak yang panjang. Orang buta ketiga menyentuh kaki gajah dan menyamakannya dengan tiang yang besar, seperti halnya para ilmuwan yang melihat globalissi melalui pandangan mereka sendiri-sendiri.

GLOBALISASI DALAM RUANG LINGKUP EKONOMI
                Globalisasi ekonomi mengandung pengertian tentang adanya intensifikasi dan perluasan jaringan ekonomi antar negara-negara si seluruh dunia. Arus perkembangan teknologi dan modal yang luar biasa membentuk perdagangan baik barang maupun jasa. Pasar-pasar memperbesar jangkauan mereka di seluruh dunia, dalam proses menciptakan beberapa koneksi baru dalam perekonomian nasional. Perusahaan transnasional yang besar, intitusi ekonomi internasional yang kuat, dan sistem perdagangan regional yang luas secara tidak sengaja bertindak sebagai pilar utama dalam sistem perekonomian global di abad ke-21.

GLOBALISASI DALAM RUANG LINGKUP POLITIK
Globalisasi politik mengandung pengertian tentang adanya intensifikasi dan perluasan jaringan atau hubungan polik suatu negara dengan negara-negara di deluruh dunia. Proses tersebut mengangkat sebuah rangkaian isu politik penting yang berhubungan dengan prinsip dari pemerintahan Negara, dampak yang luas dari organisasi kerjasama negara-negara, dan potensi masa depan dari pemerintahan regional dan global. Lebih jelasnya, konsep tersebut menuju pada evolusi kebijakan politik yang lebih besar daripada ruang lingkup bangsa-negara secara geografis. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa manusia mengorganisasikan perbedaan pandangan politik mereka melalui batas teritorial yang menghasilkan konsep “kepemilikan” pada sebuah bangsa-negara.
GLOBALISASI DALAM RUANG LINGKUP KEBUDAYAAN
                Globalisasi kebudayaan mengandung pengertian adanya intensifikasi dan perluasan jaringan dari aliran kebudayaan di seluruh dunia. Lebih jelasnya, kebudayaan merupakan konsep yang sangat luas dan sering digunakan untuk menggambarkan semua pengalaman manusia. Beberapa orang meyakini bahwa kebudayaan merupakan akar dari terjadinya proses globalisasi, ketika kita melihat perkembangan kebudayaan manusia yang secara tidak langsung sudah menunjukkan bahwa proses globalisasi sudah terjadi dalam waktu yang lama. Akan tetapi, pada beberapa dekade ini perkembangan kebudayaan yang diserap oleh manusia semakin cepat didukung dengan perkembangan teknologi dan informasi.

GLOBALISASI DALAM RUANG LINGKUP IDEOLOGI
                Ideology bisa didefinisikan sebagai suatu sistem dari pemikiran-pemikiran yang dibagikan secara luas, kepercayaan yang bisa ditiru, nilai dan norma petunjuk, dan diterima secara baik sebagai kebenaran oleh beberapa kelompok. Ideology kurang lebih memberikan gambaran yang jelas tentang dunia kepada individu, dan membantu memahami tentang kompleksitas  pengalaman manusia ke dalam bentuk yang lebih sederhana. Ideologi juga sering digunakan untuk tujuan politik atau untuk mempertahankan struktur kekuasaan yang dominan. Ideologu menghubungkan teori dan praktis dengan mengkaitkan tindakan manusia dengan berbagai kejadian yang terjadi dan hukum yang ada. Ruang lingkup ideologi dalam globalisasi dipenuhi dengan rangkaian norma, kepercayaan, kebiasaan, dan berita-berita tentang fenomena itu sendiri. Globalisme merupakan sebuah ideologi yang mengisi konsep globalisasi dengan nilai-nilai dan konsep-konep neoliberal.


LINGKUNGAN HIDUP

Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.Lingkungan hidup adalah keseluruhan keadaan luar yang melingkungi dan memepengaruhi eksitensi suatu organisme atau suatu masyarakat hayati. Secara ringkas dapat kita ringkas bahwa lingkungan hidup adalah habitat atau tempat hidup makhluk hidup. Secara ekologi, lingkungan hidup adalah habitat, yaitu suatu daerah yang dapat memenuhi segala keperluan suatu makhluk tertentu.dalam lingkungan hidup terjadi 3 kondisi yang mempengaruhi eksistensi makhluk hidup yaitu
  1. Keadaan yang diperrlukan secara mutlak
  2. Keadaan yang menguntungkan
  3. Keadaan yang membahayakan
Kondisi lingkungan hidup dari waktu ke waktu ada kecenderungan terjadi penurunan kualitasnya, penyebab utamanya yaitu karena pada tingkat pengambilan keputusan, kepentingan pelestarian sering diabaikan sehingga menimbulkan adanya pencemaran dan kerusakan lingkungan. Untuk menghindari atau meminimalisir kerusakan lingkungan hidup manusia harus mengelolanya dengan sebaik-baiknya.

PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
Pengelolaan Lingkungan Hidup adalah upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi kebijakan penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan, pengawasan dan pengendalian lingkungan hidup, sedangkan yang dimaksud lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Tujuan dari pengelolaan lingkungan hidup adalah menjaga potensi yang sudah ada dengan jalan mempertahankan atau mewujudkan keadaan yang diperlukan secara mutlak, mempertahankan atau setidaknya mengadakan keadaan yang menguntungkan dan mencegah atau menyingkirkan keadaan yang merugikan.
Pengelolaan lingkungan termasuk pencegahan, penanggulangan kerusakan dan pencemaran serta pemulihan kualitas lingkungan telah menuntut dikembangkannya berbagai perangkat kebijaksanaan dan program serta kegiatan yang didukung oleh sistem pendukung pengelolaan lingkungan lainnya. Sistem tersebut mencakup kemantapan kelembagaan,sumberdaya manusia dan kemitraan lingkungan, disamping perangkat hukum dan perundangan,informasi serta pendanaan. Sifat keterkaitan (interdependensi) dan keseluruhan (holistik) dari esensi lingkungan telah membawa konsekuensi bahwa pengelolaan lingkungan, termasuk sistem pendukungnya tidak dapat berdiri sendiri, akan tetapi terintegrasikan dan menjadi roh dan bersenyawa dengan seluruh pelaksanaan pembangunan sektor dan daerah.


DAMPAK NEGATIF GLOBALISASI TERHADAP LINGKUNGAN HIDUP

                Setiap proses perubahan yang terjadi pasti memiliki dampak yang berbeda-beda pada tiap-tiap segi kehidupan baik itu dampak yang baik ataupun dampak yang buruk. Di sisi lain proses globalisasi sebagai proses yang dapat memajukan kesejahteraan manusia secar ekonomi. Akan tetapi di sisi yang lain proses industrialisasi dan ekploitasi sumberdaya alam juga memilki dampak yang negatif terhadap lingkungan hidup si sekitar manusia. Tingkat emisi karbon yang berlebihan dan pengrusakan habitat dan ekosistem alam menjadikan globalisasi sebagai proses kepunahan makhluk hidup di bumi.
Pandangan dari kelompok yang peduli terhadap lingkungan hidup  percaya bahwa dengan proses tersebut akan menghancurkan kehidupan di muka bumi, hal-hal kecil seperti pemanasan global, pengrusakan hutan, dan bencana alam yang sering terjadi akan membawa manusia ke titik kiamat. Apabila tidak ada tindakan yang cepat dan tegas, era globalisasi sendiri akan memusnahkan bumi. Tetapi beberapa kelompok juga menyangkal pernyataan tersebut, konsekuensi dari niat baik dan kerjasama tersebut memang memiliki permasalahan ekologi dan hal tersebut memang tdak bisa dipungkiri dan tidak bisa dihindari. Untuk selanjutnya akan dipaparkan beberapa dampak negative yang terjadi pada era globalisasi.

GLOBAL WARMING
Dalam memenuhi kebutuhan, manusia pasti akan mengambil dan mengolah sumber daya yang ada di alam. Dengan kata lain untuk mensejahterakan kehidupan tiap masyarakat tidak dapat lepas dari alam, sehingga sumber daya yang ada di alam baik yang bisa diperbaharui (renewable resources) dan yang tidak dapat diperbaharui (non-renewable resources) akan terus diambil. Pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat dalam suatu negara juga bisa diukur dari banyaknya sumber daya yang diolah oleh negara tersebut. Semakin banyak sumber daya yang diolah oleh sutunegara semakin makmur masyarakat di negara tersebut, dan sebaliknya. Global warming bisa disebabkan oleh pengrusakan sumber daya alam oleh manusia, proses industrialisasi juga mengakibatkan polusi yang bisa merusak alam.
Pemanasan global menjelaskan kenyataan bahwa suhu bumi terus meningkat dalam tingkatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya. Dengan meningkatnya suhu permukaan bumi, air dan atmosfer bumi secara terus menerus mengakibatkan perubahan di kebanyakan sistem alam seperti iklim dan lingkar kehidupan tumbuhan dan hewan dalam efek jangka panjang. Pemanasan global disebabkan oleh efek rumah kaca dari berbagai macam gas yang ada di atmosfer bumi, secara alamiah simar matahari mempengaruhi kondisi iklim dan cuaca di bumi. Panas sinar matahari yang menuju permukaan bumi sebagian diserap dan sebagian akan dipantulkan kembali oleh gas-gas tersebut, sehingga panas bumi akan terus terjaga.
Sejak Revolusi Industri emisi gas yang ada di bumi terus meningkat dalam batas yang tidak diperhitungkan, dalam laporan International Panel on Climate Change (IPCC) pada tahun 2007 disebutkan bahwa pemanasan global mengakibatkan semakin banyaknya bencana alam seperti angin topan, banjir, kebakaran hutan, cuaca yang ekstrem, dan lain sebagainya. Tingkat suhu air terus meningkat, es-es kutub terus mencair, dan tingkat ketinggian air terus meningkat di sekitar kutub. Penduduk dunia yang tinggal di sekitar kutub sudah melihat secara kangsung bagaimana efek dari pemanasan global terhadap populasi yang hidup di kutub, sedangkan kutub merupakan salah satu bagian bumi yang mengontrol suhu bumi.
Pemanasan global memicu berbagai ketidakseimbangan dalam lingkungan hidup termasuk di dalamnya manusia, hewan, dan tumbuhan. Es kutub yang mencair menyebabkan iklim yang berubah-ubah dan tingkat ketinggian air terus meningkat, tingkat emisi karbon dan gas-gas lain melubangi lapisan ozon yang menyebabkan resiko kanker kulit semakin tnggi. Musim yang berubah-ubah menyebabkan siklus kehidupan hewan dan tanaman tidak sesuai, tingkat ketinggian air laut menutup sebagian besar mata air jernih di beberapa bagian dunia. 

TINGKAT PERTUMBUHAN PENYAKIT MENULAR SULIT DIKENDALIKAN
                Adanya proses globalisasi mendorong berbagai Negara untuk terus-menerus melakukan kerjasama internasional dan mengeksploitasi sumber daya secara besar-besaran. Produksi ikan dan hewan ternak terus meningkat dan lalu lintas dari sumber daya tersebut semakin cepat  dan terus berkembang. Proses tersebut mengakibatkan penyakit menular dari komoditas tersebut semakin cepat menyebar. Sebagai contoh penyakit sapi gila dan flu burung yang menjadi suatu kejadian yang fenomenal dan tidak bisa dipungkiri bahwa tingkat penularan penyakit tersebut sulit untuk  diketahui dan dikendalikan. Tingkat lalu lintas antar negara baik manusia maupun barang-barang komoditas bisa jadi merupakan salah satu penyebab penularan penyakit-penyakit tersebut terus meningkat.
                Dalam diskusi tentang kesehatan masyarakat, globalisasi dipaparkan sebagai sebuah rangkaian faktor-faktor yaitu :
1.       Faktor ekologi, seperti bendungan atau perubahan dalam kegiatan-kegiatan pertanian
2.       Industrialisasi dan yang berkaitan dengan perubahan demografi seperti pertumbuhan yang besar dari penduduk di wilayah padat penduduk dan frekuensi perpindahan dan kontak antar individu
3.       Perubahan teknologi yang sudah disebarluaskan atau didistribusikan ke seluruh dunia merupakan salah satu hal penting dalm konsep “globalisasi”
Contoh lain adalah penyakit HIV-AIDS yang pertama kali diketahui pada tahun 1981 ketika seorang pemuda gay di Amerika didiagnosa memiliki penurunan pada tingkat kekebalan tubuhnya. Berita tentang penyakit tersebut menyebar disebarluaskan oleh para ilmuwan dan pada tahun 1982 diketahui di beberapa negara di Eropa dan di Inggris, penyakit tersebut sudah menyerang tidak hanya kaum gay tetapi juga para pemakai obat-obatan. Dan pada tahun 1984 penyakit tersebut sudah menyebar sampai ke Afrika, dan pada akhir 80-an sudah menjangkiti penduduk Asia. Informasi tersebut bisa kita kaitkan dengan proses industrialisasi dan lalu lintas manusia memicu perkembangan dan pertumbuhan penyakit menular dalam era globalisasi.

SIKLUS KEHIDUPAN MAKHLUK HIDUP YANG BERUBAH-UBAH
                Telah kita ketahui bahwa pemanasan global merupakan akibat dari adanya proses globalisasi dalam kaitannya dengan ekploitasi sumber daya alam secara besar-besaran dan industialisasi. Dalam hal ini salah satu akibat dari adanya proses tersebut adalah berubahnya siklus kehidupan makhluk hidup seperti serangga. Ketika iklim panas serangga lebih aktif dalam proses reproduksi, sehingga pertumbuhan populasi serangga akan meledak. Serangga merupakan salah satu hewan yang membawa penyakit yang menyerang manusia, salah satunya yaitu nyamuk yang membawa malaria dan mampu untuk bermigrasi dengan jarak yang jauh. Studi internasional yang dilakukan oleh Swiss Re (sebuah perusahaan asuransi) dan Program Pengembangan PBB menemukan bahwa :
1.       Pemanasan dapat “mendukung” penyebaran penyakit
2.       Cuaca yang ekstrem bahkan menciptakan suasana yang kondusif bagi sumber penyakit
3.       Perubahan iklim dan penyakit menular mengancam kehidupan liar, bahan pangan, pertanian, hutan, dan kehidupan lautan yang menyediakan sumber daya utama dan merupakan bagian dari pendukung sistem kehidupan manusia
4.       Ketidakstabilan iklim dan persebaran penyakit tidak bagus untuk bisnis
5.       Dampak dari perubahan iklim dapat meningkat pesat dalam beberapa dekade
6.       Beberapa dampak dari pemanasan dan cuaca yang berubah-ubah dapat terjadi secara tiba-tiba dan dapat meluas
7.       Penduduk di pinggir pantai, kehidupan bawah laut, dan hutan-hutan memiliki tingkat resiko yang tinggi dalam bencana pemanasan dan penyakit, khususnya untuk jangka waktu yang pendek

KETERSEDIAAN AIR BERSIH YANG TERBATAS
                Hal tersebut berkaitan dengan kenaikan tingkat ketinggian air laut dan suhu air, penduduk sekitar pantai di beberapa negara kepulauan sulit untuk mencari sumber mata air bersih. Salah satu kasus yang sudah terjadi di Papua Nu Gini, penduduknya secara resmi direlokasikan karena naiknya air laut ke wilayah tempat tinggal mereka. Selain penyempitan daratan, mata air yang merupakan  penyedia air bersih sudah tertutup oleh air laut. Manusia tidak akan bertahan hidup tanpa adanya air bersih, penduduk tersebut menampung air hujan yang kemudian disimpan untuk persediaan ketika musim kemarau dating. Atap rumah dirancang sedemikian rupa sehingga bisa mengalirkan air hujan ke dalam tangki penyimpanan air. PBB memperhitungkan pada tahaun 2025 dua per tiga penduduk bumi akan hidup di wilayah yang mempunyai persediaan air yang tidak mencukupi bagi penduduknya.
PBB juga menyediakan data bahwa air tanah di beberapa negara dikonsumsi lebih cepat daripada tingkat proses air tanah tersebut, dan beberapa sungai mengalami penyusutan ketesiaan air. Afrika dan Asia merupakan wilayah yang banyak mengalami permasalahan dengan ketersediaan air bersih bagi penduduknya khususnya di daerah pedesaan. Selain itu, PBB juga menyebutkan bahwa 90 % dari limbah air dan 70% dari sampah tidak diolah secara baik. Beberapa wilayah bahkan mengimpor air bersih dari daerah yang lebih kaya air bersih yang kemudian disimpan dalam tangki penyimpanan ataupun bendungan.
KEPUNAHAN SPESIES-SPESIES DI MUKA BUMI
                Dalam jangka waktu yang lama permasalahan-permasalahan tersebut di atas akan menyebabkan kepunahan makhluk hidup di muka bumi. Persebaran penyakit yang cepat dan sulit dikendalikan, persediaan air yang terbatas, siklus kehidupan yang berubah-ubah, dan serangan serangga terhadap sumber daya vital makhluk hidup memicu kepunahan ekosistem dunia. Suhu bumi yang lebih tinggi akan memicu proses-proses tersebut berlangsung lebih cepat daripada yang kita bayangkan.


GAYA HIDUP RAMAH LINGKUNGAN

Untuk menekan atau mengurangi efek dari globalisasi terhadap lingkungan hidup, kita sebagai manusia yang mempunyai peran utama pada tiap kejadia tersebut harus mengubah gaya hidup kita. Beberapa ilmuwan mengatakan kita belum terlambat untuk mencegah kepunahan spesies-spesies di muka bumi ini, kita masih bisa mengembalikan dan menstabilkan kehidupan lingkungan hidup di sekitar kita. Sebagai awal dari tindakan tersebut kita bisa melihat bagaimana kehidupan kita sehari-hari dan sampah-sampah yang kita hasilkan selama kita hidup. Kita tahu bahwa ada sampah yang membutuhkan waktu yang pendek untuk diurai misalnya kertas, sampah makanan, bangkai binatang dan yang lainnya. Dan ada pula sampah yang membutuhkan proses dan waktu yang lama untuk diurai misalnya plastik, sampah-sampah elektronik, mesin-mesin bekas, dan lain sebagainya.
Untuk mengawalinya kita bisa mengubah gaya hidup kita menjadi gaya hidup ramah lingkungan. Gaya hidup ramah lingkungan sering diartikan sebagai gaya hidup dalam Reuse, Reduce, and Recycle. Kita bisa memakai barang-barang bekas sebagai alternatif pertama, yang kedua kita bisa mengurangi ekdploitasi sumber daya yang ada agar tidak merusak ekosistem alam, dan yang ketiga kita bisa mendaur ulang sendiri sampah-sampah sehari-hari misalnya saja kertas.

REUSE
Memakai barang-barang bekas untuk waktu yang lama sampai barang tersebut memang sudah tidak bisa dipakai lagi merupakan jalan terbaik bagi pengurangan sampah. Kita bisa menjual atau menyumbangkan barang-barang bekas sebelum mengambil keputusan untuk membuang barang tersebut.

REDUCE
                Pegurangan sampah merupakan langkah penting selanjutnya dalam memelihara sumber daya alam, menjaga pengeluaran energy, dan menjaga tanah dan air aar tidak terkontaminasi. Ketika kita membeli sesuatu, pastikan kita memikirkan sampah yang dihasilkan dan memilih bahan yang bisa digubakab berkali-kali untuk pembungkus. Pilihlah kertas, kardus atau tidak membungkusnya daripada memilih plastic yang sulit dan membutuhkan waktu yang lebih lama dalam proses penguraiannya.

RECYCLE
                Ketika kita membicarakan tentang daur ulang berbagai material secara tidak langsung kunci utama dalam proses tersebut adalah pengurangan penggunaan sumber daya sebagai pengaruh langsung proses daur ulang. Kita bisa memakai tiga bahan yang biasa kita pakai dalam kehidupan sehari-hari yaitu kertas, plastik, dan alumunium.
Kertas
Ketika kita memutuskan untuk tidak memakai kertas baru, kita sudah memberikan dampak  bagi 2 hal penting yaitu pengurangan penggunaan sumber daya dan pengurangan emisi karbon. Dalam beberapa penelitian yang pernah dilakukan, menunjukkan bahwa tingkat emisi karbon yang dihasilkan dalam proses daur ulang kertas berkurang dua kali lipat dibandingkan dengan proses pembuatan kertas baru.
Sebagai contohnya dalam proses pembuatan kertas baru gas karbon yang dihasilkan pada saat penebangan kayu memakai mesin pemotong kayu dan truk-truk yang membawa kayu tersebut berbahan bakar diesel, proses yang terjadi ketika kayu tersebut diolah menjadi bubur kayu, ketika kertas tersebut menglamai penguraian akan menghasilkan gas metana yang membahyakan manusia. Sedangkan kertas daur ulang tidak perlu melalu proses-proses tersebut. Secara otomatis gas karbon dan gas metana yang dihasilkan berkurang dibandingkan dalam proses pembuatan kertas baru.
Plastik
Saat ini plastik merupakan barang yang sering digunakan untuk membungkus barang, dengan begitu permintaan akan plastik terus bertambah. Berbeda dengan kertas, daur ulang plastik tidak menambah efisiensi dalam penggunaan sumber daya akan tetapi semakin banyaknya sampah plastik memaksa kita untuk mendaur ulangnya. Pandangan tentang plastik sebagai barang yang dapat didaur ulang malah menambah tingkat permintaan akan plastik itu sendiri. Dan kebanyakan plastik daur ulang dijadikan bahan baku untuk pembuatan barang yang tidak bisa didaur ulang kembali.
Alumunium
Alumunium merupakan bahan yang 100 % dapat di daur ulang dan bisa dilakukan sampai beberapa kali. Berbeda dengan plastik dimana dalam proses daur ulangnya komponen plastik akan melemah sehingga batas waktu daur ulang plastik sangat terbatas, sedangkan alumunium merupakan materi yang bisa didaur ulang sampai waktu yang tidak terbatas.  Amerika Serikat sudah memulai usaha daur ulang alumunium sebagai alternatif utama dalam pelaksanaan program ramah lingkungan, daripada mendaur ulang plastik.



DAFTAR PUSTAKA

·         Clapp, Jeniffer, dkk.  “Path To A Green World : The Political Economy Of The Global Environment”. Massachusetts Institutes of Tecnology. 2005

·         Tietenberg, Tom, dkk. “Enviromental And Natural Resource Economics 9th Edition”. Pearson Education, Inc. 2009

·         Byron, Michael P. “Infinity’s Rainbow : The Politics Of Energy, Climate and Globalization”. Algora Publishing. 2006

·         Riley, Trish. “The Complete Idiot’s Guide To Green Living”. Alpha Books, Penguin Group. 2006

·         Turner, Bryan S. “Routledge International Handbook Of Globalization Studies”. Routledge, Oxon. 2010

·         Steger, Manfred S. “Globalization : A Very Short Introduction”. Oxford Ubiversity Press, Oxford. 2003

·         Wagner, Vigi. “Recycling : Issues That Concern You”. Greenhaven press, Farmingtom Hills. 2009

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar